Pesona Wisata Dataran Tinggi Dieng

Indonesia patut berbangga dengan Dieng, keunikan dan kekayaan alam serta tradisi masyarakat menjadi pusat perhatian Dunia. Wisata Dieng menyimpan pesona luar biasa. Perpaduan antara Candi-candi kuno, telaga, Kawah, Mata Air dan Pegunungan. Keindahan Dieng berbalut kesunyian, bagai surga yang tersembunyi.

Dataran Tinggi Dieng menawarkan alam pegunungan yang cantik, lengkap dengan telaga-telaga, mata air, kawah-kawah dan candi kuno beraliran hindu. Terletak pada ketinggian 2000 mdpl Dataran Tinggi Dieng adalah tujuan destinsai alam terpopuler di tanah jawa, kekayaan alam dan keunikan budaya menjadi suguhan utama bagi wisatawan.

Sejuknya hawa udara Dataran Tinggi Dieng akan memberikan ritme suasana tenang dan damai. Merupakan satu kesempatan yang paling sempurna untuk bisa mengunjungi Dieng, yang disebut-sebut sebagai negeri di atas awan. Di bawah ini merupakan rekomendasi paket wisata Dieng terbaru, sebagai tempat wisata Dieng yang paling banyak diminati dan dikunjungi wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.

Agrowisata Tambi

Agrowisata Tambi

Agrowisata Perkebunan Teh Tambi merupakan obyek wisata yang menarik bagi pencinta alam pegunungan sekaligus mempunyai nilai sejarah karena peninggalan Belanda. Wisata ini dilengkapi dengan kamar penginapan yang lengkap. Para wisatawan juga bisa melihat karyawan pemetik teh sedang bekerja, proses produksi hingga teh siap saji. Dari kejauhan Agrowisata Tambi terlihat seperti permadani hijau di kaki Gunung Sindoro.

Dahulu perkebunan ini bernama Bagelen Thee & Kina Maatschappij yang dikelola oleh NV John Peet berkantor di Jakarta. Pada tahun 1954 perkebunan dijual kepada NV Eks PPN (Pegawai Perkebunan Negara) Sindoro Sumbing yang hingga hari ini menjadi PT Tambi.

Gunung Prau Dieng

Gunung Prau menjadi satu-satunya gunung di Dataran Dieng yang menjangkau ke wilayah Kabupaten Kendal, Kabupaten Wonosobo, Kabupaten Batang dan Kabupaten Banjarnegara. Gunung Prau masih perawan maka jika ingin merengkuhnya dibutuhkan fisik prima dan persiapan matang. Jalur pendakian yang terjal dan medan berat menjadi tantangan tersendiri.

Disepanjang jalur ini wisatawan di hadang oleh semak berduri yang merambat melintang disepanjang jalan setapak. Untuk mencapai puncaknya dibutuhkan sedikitnya 2 jam perjalanan. Disepanjang jalur Gunung Prau beragam bunga hutan seperti misalnya bunga Eidelweis,Cantigi, Blue Berry, Strawberri tumbuh lebat dan memanjakan mata.

Gardu Pandang Tieng

Gardu Pandang Tieng

Bangunannya sederhana seperti menara pada umumnya. Namun Gardu Pandang Tieng menjadi tidak biasa kalau anda berada di sana pagi atau sore hari. Mata telanjang anda dapat menyaksikan hamparan ladang kentang dan menyaksikan kabut menggulung-gulung dari berbagai arah. Anda juga bisa menyaksikan terbitnya matahari disebuah gardu Pandang ini sambil menikmati teh hangat dan sepotong roti.

Gardu Padang Tieng saat ini menjadi jujukan menyaksikan pesona alam di Pegunungan Dieng. Biasanya, gardu ini menjadi transit sebelum para pengunjung ke Dieng dan menyaksikan obyek wisata alam yang ada di sana.

Telaga Sewiwi

Telaga Sewiwi terletak di Desa Wisata Kepakisan, Banjarnegara yang bentuknya menyerupai sayap burung sering dijadikan rujukan wisatawan. Di Telga ini paling cocok untuk menikmati udara segar sore hari bersama keluarga.

Pantulan cahaya di telaga ini menyejukkan hati. Bagi anda yang mempunyai hobi memancing di telaga ini cukup cocok untuk kegiatan itu. Oleh sebagian orang telaga ini untuk wisata sunyi pada malam hari.

Museum Kailasa

museum kailasa

Museum Purbakala Kaliasa menjadi bukti adanya peninggalan peradaban campuran antara Jawa Kuno dan Hindu. Museum Kaliasa juga menjadi Museum satu-satunya di Dieng yang masih terawat dengan baik. Bangunannya megah dan terletak di lereng Bukit Semurup yang masih berada di wilayah Dataran Tinggi Dieng.

Museum Kaliasa ini berisi galeri arca, patung berbagai ukuran serta Informasi seputar cagar alam, flora fauna di Dieng. Benda-benda Artefak warisan Arkeologi itu semuanya ditemukan di Dieng secara bertahap. Di Museum para pecinta film sejarah juga bisa menyaksikan film dokumenter Jejak Peradaban Budaya Dieng masa lampau.

Sungai Serayu

Sungai serayu menjadi salah satu sungai di Jawa Tengah yang dikenal deras alirannya. Sungai ini terletak di lereng Gunung Sindoro, Sumbing, Prahu, Bismo dan di lereng pegunungan Telomoyo, Tampomas serta Songgoriti.

Di sungai ini wisatawan juga bisa uji nyali dengan terjun arung jeram atau rafting di sepanjang sungai Serayu yang berbatasan antara Wonosobo-Banjarnegara. Anda juga bisa mengambil rute pendek sepanjang 20 kilometer hingga rute panjang 45 kilometer. Seakan menjadi takdir, sungai serayu juga menjadi lumbung kehidupan para warga yang memanfaatkan kualitas pasir dan batu yang masih melimpah.

Sunirse Dieng Sikunir

sunirse dieng sikunir

Sunrise Dieng adalah salah satu zona wisata terindah dan paling diburu, Di Dieng ada yang menarik yaitu matahari terbit sebanyak 2 kali dalam sehari. Bukan matahari terbit dalam waktu sama namun matahari bisa dilhat secara kasat mata terbit dalam dua tempat berbeda.

Di bukit Sikunir atau gardu pandang Tieng matahari bisa dilihat dengan warna merah kekuning-kuningan, 20 menit kemudian matahari terbit kedua dapat disaksikan dari komplek candi Arjuna dengan warna perak keputih-putihan. Kedua matahari itu tidak ada duanya di Indonesia bahkan di belahan dunia sehingga fenomena alam langka ini hanya bisa di saksikan di Dieng.

Darmasala

Darmasala merupakan situs kuno yang ada di Dieng. Darmasala letaknya masih berada di komplek Candi Arjuna. Darmasala yaitu terdiri dari gugusan bekas bangunan yang dahulunya diprediksi oleh ahli sejarah sebagai tempat pendidikan dan asrama perguruan untuk menuntut ilmu.

Darmasalah juga dipercaya sebagai rumah singgah sebelum umat menghadap sang guru atau bagi para peziarah yang datang ke Dataran Tinggi Dieng. Sisa-sisa peradaban masa lampau itu masih dapat di saksikan di sebelah kiri dan kanan jalan setapak menuju komplek candi Arjuna.

Tuk Bima Lukar

tuk bima lukar

Dimana ada pegunungan disitulah mata air mengalir, begitu juga dengan Dieng sebagai tempat yang menyimpan mata air. Ia adalah Tuk Bima Lukar yang dikenal dengan mata air purba.

Terletak dikanan jalan gapura masuk Dieng, Tuk Bima Lukar menjadi hulu sungai serayu yang menjadi urat nadi kehidupan masyarakat disekitarnya.

Monumen Legentang

Monumen legentang ada di Dukuh Legentang yang menjadi penanda dahsyatnya musibah longsor yang menimpa masyarakat saat itu. Dahulunya masyarakat dukuh Legetang adalah petani-petani yang sukses sehingga kaya.

Monumen ini seakan bercerita dan memberi kabar bahwa di lembah pegunungan Dieng mempunyai riwayat longsor hingga hari ini dan masyarakat bisa memetik pelajaran agar selalu bersahabat dengan alam. Monumen legentang adalah sisa kejayaan petani di Kawasan Dataran Tinggi Dieng.

Air Panas Kalianget

Liburan paling menyenangkan adalah merasakan mandi air hangat di taman wisata pemandian kalianget. Taman wisata kalianget menyediakan fasilitas kolam renang air dingin dan air hangat. yang belum banyak ditemui di Indonesia.

Sensasi lain bagi wisatawan adalah pemakaian air tidak dibatasi sehingga wisatawan bisa berendam di air hangat dari mata air langsung yang masih mempunyai kandungan belerang dan cocok untuk kesehatan kulit.

Di pemandian ini pula anda bisa bermain bersama anak-anak karena di lokas wisata terdapat patung berbagai hewan layaknya di kebun binatang.

Candi Dieng

Candi Dieng

Candi-candi di Dieng dahulu diperkirakan mencapai puluhan bahkan ratusan candi. Candi Dieng yang tersisa berjumlah delapan candi.

Candi Dieng memiliki corak agama Siwa. Dari sebuah Prasasti yang ditemukan didalam kompleks, terdapat angka tahun 713 saka atau sama dengan 809 masehi, sehingga kemungkinan besar Candi-Candi Dieng berasal dari abad VIII.

Candi-candi di Dieng memiliki nama yang merujuk pada tokoh pewayangan seperti Candi Arjuna, candi Semar, Candi Srikandi, Candi Puntadewa,Candi Sembadra, Candi Bima, Candi Dwarawati,Candi Gatotkaca. Tapi nama-nama tersebut jelaslah bukan saduran Tokoh Mahabharata, hal tersebut terlihat dari nama salah satu Candi yang adalah tokoh Punakawan yaitu Candi Semar. Kompleks Candi Dieng memancarkan kedigdayaan umat Hindu yang pernah berkembang pada zaman dulu.

Hingga saat ini Bukti Kemegahan Dieng Masa Lampau berupa candi-candi kuno menjadi obyek wisata andalan Dataran Tinggi Dieng.

Gangsiran Aswotomo

Gangsiran Aswotomo adalah sebuah lubang yang menjadi saluran air pada zaman purba dan dibangun sebelum pembangunan candi yang usianya ratusan tahun silam. Keberadaan saluran air menunjukkan bahwa dataran di sekitar percandian dulunya adalah lahan basah berupa telaga atau rawa-rawa. Gangsiran Aswatama berfungsi untuk mengalirkan air dari dataran sehingga menjadi kering.

Di obyek wisata ini terdapat sumber air yang dikenal oleh penduduk setempat Sendang Sedayu. Berukuran 1×2 meter, sendang ini berbentuk empat persegi panjang yang tersusun dari batu. Bentuk tinggalan semacam ini belum diketahui apakah sudah seusia candi dan Gangsiran Aswotomo atau baru dibentuk orang pada masa kemudian dengan memanfaatkan batu-batu candi. Melihat gangsiran aswotomo sama dengan melihat tuk purba yang menjadi penanda mata air di Dieng.

Kawah Sikidang

kawah sikidang dieng

Wisata Dieng – Di Kawah Sikidang endapan putih berbau menyengat dari tumpukan belerang menjadi sensasi tersendiri. Semburan air yang mendidih berwarna abu-abu pekat tak henti-hentinya meloncat bercampur asap. Sikidang adalah sebuah panorama alam yang tak ada duanya karena anda serasa berada di perut gunung yang melahirkan.

Karena keunikanya kawah Sikidang mendapatkan julukan Cincin Api Yang Menakjubkan.

Kawah Sikidang kawah yang meloncat-loncat seperti kidang. Dikawah ini pun anda dapat menemui sekawanan orang setengah baya bercaping menjual air endapan belerang untuk pengobatan penyakit luar.

Kawah Candradimuka

Kawah Candradimuka yang terletak di desa Pekasiran Kecamatan Batur Kabupaten Banjarnegara mempunyai kelebihan dari kawah-kawah lain. Kawah ini berada di atas bukit dikelilingi pemandangan lembah alami yang indah khas Dieng.

Kawah ini termasuk Kawah Aktif karena dari dalamnya masih sering muncul semburan gas yang tetap aman bagi wisatawan. Kondisi kawah yang luas memudahkan pengunjung untuk melihat pemandangan para petani bercocok tanam di sekitarnya.

Telaga Pengilon

telaga pengilon

Terletak disebelah Telaga Warna ada sebuah telaga yang tak kalah cantik, ia adalah Telaga Pengilon. Berbalut dalam kesunyianya, Telaga Pengilon merupakan sebuah telaga yang memiliki air bening (jernih) dengan pemandangan menakjubkan disekelilingnya.

Ibarat sebuah keluarga Telaga Pengilon adalah adik termuda dari Telaga Warna. Wisatawan yang berkunjung ke telaga ini hanya cukup menempuh jarak sekitar 100 meter dari telaga warna. Di telaga pengilon ini wisatawan juga dimanjakan dengan pesonya terutama bagi pemburu obyek dan pewarta foto dipastikan bisa berekpresi secara leluasa.

Dari asal usulnya pengilon alias cermin telaga ini dapat memantulkan benda di sekitarnya secara otomatis dan terdapat rumput warna-warni. Telaga ini adalah tempat mandi dan bersemayam bidadari dari kahyangan.

Pemandian Air Bitingan

Obyek wisata sumber air panas di Dukuh Bitingan, Desa Wisata Kepakisan Banjarnegara. Untuk menuju pada kanan kirinya anda dapatmelihar pemandangan beberapa sumur bor Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi dengan pipa-pipa penghubung raksasa yang menghadirkan suasana lain dari perjalanan wisata anda.

Mata air di Dukuh Bitingan tersebut jernih dan selalu hangat yang mampu melancarkan peredaran darah dan kebugaran tubuh. Sebagaian penduduk memanfaatkan air hangat di salurkan melalui pipa-pipa ke rumah penduduk sekitar.

Dieng Plateau Theater

dieng plateau theater

Sebuah layar berukuran 2×3 meter terpampang di depan tempat duduk sebuah balkon berukuran besar. Gempuran udara dingin menyengat kulit orang-orang disana. Perasaan takjub, penasaran, Dieng Plateau Teater merupakan sebuah teater mini berkapasitas 60 tempat duduk dengan bangunan bergaya klasik berundak-undak yang terbuat dari batu.

Tidak lengkap rasanya jika ke Dieng tidak berkunjung ke tempat ini. Anda akan disuguhi tayangan film dokumenter berjudul Bumi Kahyangan Dieng Plateau berdurasi kurang lebih 20 menit. Penonton akan diajak menyelami seputar awal terbentuknya dataran Dieng.

Pertapaan Mandalasari

Pertapaan mandalasari letaknya di sebuah pulau kecil diantara Telaga warna dan telaga Pengilon. Ditempat yang suasana mistisnya masih sangat terasa ini terdapat 3 buah Gua yaitu Gua Semar, Gua Sumur dan Gua Jaran.

Tempat ini di namakan Pertapaan Mandalasari karena sering dibuat bertapa sejumlah orang sejak dulu. Di dalam Gua Sumur terdapat Mata Air suci yang oleh para pemeluk agama Hindu disebut Tirta Perwitasari dan umat Hindu dari Bali sering mengadakan upacara ritual yang disebut Muspe atau Medhak Tirta. Mandalasari adalah pertapaan utama yang menjadi peninggalan obyek ritual di kebudayaan Dieng.

Desa Wisata Sembungan

desa wisata sembungan

Sembungan adalah sebuah desa yang masuk ke wilayah Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo. Yang menarik dari desa ini kreativitas masyarakat untuk mandiri dan mengembangkan desanya menjadi tujuan wisata. Dengan alasan itu desa ini dua kali meraih juara tingkat provinsi untuk desa tujuan wisata terfavorit Jateng-DIY

Pada musim dingin di sekujur Desa Sembungan terdapat tanaman kentang yang terbalut salju. Pesona Sembungan tidak ada duanya kala sejumlah anak-anak kecil rambut gimbal berjalan pagi hari menuju sungai di telaga bersama orang tuanya. Sembungan menjadi kesan terkenal dikalangan wisatawan karena menjadi jalur utama menuju Bukit Sikunir.

Telaga Cebong

Telaga Cebong

Telaga cebong atau telaga anak katak letaknya di desa Sembungan, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo. Di telaga ini banyak ditemukan beragam jenis ikan dari berbagai ukuran dan usia. Sembungan menjadi salah satu desa terfavorit di dieng dengan luasan 2,65 kilometer persegi.

Oleh orang-orang, desa ini dikenal sebagai desa tertinggi di kepulauan jawa. Wisatawan bisa menikmati air danau yang jernih dengan naik perahu-perahu motor yang meliuk-liuk di bibir telaga. Mendatangi telaga cebong adalah mengobati dahaga akan keindahan rajanya telaga.

Soeharto Witlem

Di situs ini ada sebuah prasasti yang menerangkan bahwa pada 6 September 1974 di pendopo kecil, tempat di tengah-tengah dataran tinggi Dieng, Perdana Menteri Australia Gough Whitlam mengadakan pembicaraan lanjutan dengan tuan rumah Presiden Soeharto, sambil beristirahat sejenak setelah berkelilingi mengunjungi obyek wisata di tempat itu. Satu topik yang diperbincangkan oleh kedua sahabat itu adalah nasib koloni Portugal di dalam wilayah Indonesia, yaitu Timor Timur.

Situs ini menjadi sangat legendaris di Dataran Tinggi Dieng hingga sekarang karena menjadi satu-satu penanda sebuah rezim yang pernah berkuasa lebih dari 30 tahun. Jika Soeharto masih hidup situs ini pasti akan lebih populer dari situs-situs modern yang pernah dibangun di Indonesia. Wisatawan bisa beristirahat dan berlibur di pendopo ini sambil membayangkan bagaimana Soeharto dulu istirahat disana.

Telaga Menjer

telaga menjer

Kawasan wisata Dieng memang banyak dijumpai telaga-telaga yang sangat cantik, Salah satunya adalah Telaga Menjer. Terhampar luas dikai Gunung, Telaga Menjer menjadi tujuan wisata yang tak boleh dilewatkan begitu saja. Perahu-perahu kecil akan mengajak anda untuk mengelilingi keeksotisan telaga ini.

Obyek wisata Telaga Menjer berada di kaki pegunungan Dieng dengan hawa yang masih sejuk. Telaga Menjer terletak di desa Menjer, kecamatan Garung atau berjarak sekitar 12 kilometer dari kota Wonosobo. Suasana lokas wisata ini sunyi dan sesekali terdapat suara burung yang bertengger di bibir telaga.

Bagi penghobi memancing tak ada salahnya jika ingin menghabiskan waktu di Telaga Menjer, jenis ikan berenang manja, menari-nari dan menguji kecakapan para pemancing.

Sendang Sedayu

Sendang Sedayu atau Sendang Maerokoco merupakan obyek wisata sumur berbentuk segi empat, dengan tumpukan batu yang tertata rapi. Tinggi permukaan airnya hanya satu meter dari permukaan tanah namun di sendang ini airnya tak pernah kering meski pada musim kemarau sekalipun.

Air dari sumur ini biasa digunakan untuk mencuci rambut saat ritual cukur rambut anak-anak gimbal di Dataran Tinggi Dieng. Sendang sedayu juga airnya selalu jernih layaknya air olahan pabrik.

Curuk Sikarim

curug sikarim

Curug Sikarim memiliki ketinggian 24 meter dengan latar belakang bukit Sikunir yang menjulang dan banyak ditumbuhi perdu dan tanaman langka. Air terjun ini mengalir deras menyusuri dinding batu dari atas ketinggian dengan dua jalur aliran air.

Tak jauh lokasi ini terdapat juga Air Terjun Sipendok yang terletak di sebelah atas kiri bukit. Ketinggian air terjun ini cukup tinggi sekitar 70 meter. Air terjun ini juga dijadikan obyek wisata andalan para pewarta foto dari belahan nusantara.

Sumur Jalatunda

sumur jalatunda

Sumur raksasa jalatunda yang berada di daerah Banjarnegara menyimpan sejuta keajaiaban dan mitos mitos yang berkembang di masyarakat.

Meski bentuknya tidak seperti sumur namun jalatunda dikenal sebagai sumur. Tak kalah menariknya saat mengunjungi jalatunda sejumlah wisatawan melemparnya semacam batu. Setiap lemparan itu mengandung makna kehidupan masing-masing orang. Sumur ini juga menjadi salah satu warisan peninggalan sebuah kawah yang berbentuk rawa-rawa.

Pos Gunung Api

Pengamatan Gunung Api ini Dieng menjadi tempat utama untuk memantau aktifitas gunung api yang ada di kawasan Dieng. Pos ini dijadikan rujukan saat gunung-gunung api yang ada aktif dan mengeluarkan gas beracun.

Pos ini telah dilengkapi dengan peralatan yang cukup modern yang jika ada kejadian langsung terkoneksi dengan pusat vulkanologi di Bandung. Tempat ini sering digunakan sebagai wisata pendidikan oleh para pelajar maupun Mahasiswa yang menyelesaikan tugas akhir.

Telaga Warna

telaga warna

Telaga Warna adalah sebuah telaga yang sangat indah di Pegunungan Dieng, terpancar warna-warninya karena pantulan sinar matahari dan kandungan sulfurnya. Karena keindahanya Telaga ini paling banyak dicintai wisatawan, Telaga yang paling diminati dan menjadi telaga terpopuler sepanjang kahyangan Dieng.

Keindahan telaga ini bertambah lengkap saat musim kemarau tiba dan cahaya memantul sempurna di atas air. Warna yang memantul itu berasal dari bayangan pohon-pohon tua, ranting kering, dan bunga-bunga yang ada di tepi telaga. Masyarakat Dieng percaya bahwa warna hijau, merah, dan biru yang dipantulkan air itu adalah selendang bidadari yang tersangkut di pusaran air telaga. Untuk petualangan spiritual, telaga ini menyimpan sejuta mitos diantaranya air di sini dipercaya dapat membuat seseorang awet muda.

Saking terkenalnya dikalangan wisatawan, Wisata Dieng Telaga Warna menjadi icon wisatawanya Dieng. Memang benar tak sempurna bila berkunjung ke Dieng tanpa menilik Telaga Warna.

Ondo Budho

Ondho budho merupakan jalan setapak yang tersusun dari batu sepanjang 200 meter. Pada waktu itu jalan setapak dan tangga ini dipergunakan untuk jalan menuju Dataran Tinggi Dieng.

Jika wisatawan sudah sampai puncak ondo budho maka pada kanan kirinya dapat disaksikan sejumlah tanaman khas Dieng seperti carica dan terong belanda yang hidup subur. Di puncak itu pulalah wisatawan juga bisa mendapati keindahan duo matahari yang terbit saat pagi dan sore hari.

Telaga Merdada

telaga merdada

Soal ukuran, Telaga Merdada merupakan telaga terluas yang ada di Pegunungan Dieng. Telaga ini menawarkan landskap pemandangan yang sangat indah, ladang pertanian, kicau burung dan aktifitas masyarakat setempat, bisa anda saksikan ketika mengunjungi telaga ini.

Telaga Merdada terletak di Desa Wisata Karangtengah Kecamatan Batur Kabupaten Banjarnegara. Telaga ini memiliki luas 25 hektar dengan latar belakang perbukitan yang mengelilingi seluruh luasan telaga. Di tepi-tepi telaga alami tampak berbagai jenis tanaman sayuran yang ditanam oleh masyarakat.

Punya pertanyaan?

× Perlu Bantuan?